Sabtu, 30 April 2016

Mbecek/kondangan

Kali ini pembahasan tntang kondangan...
Tepatnya malam ini 30-042016 saat kondangan nikahan di tempat sanak saudara.
Ketika mndengar kata kondangan pengantin pasti akan ada gambaran tentang amplop, kado,dsb...

Yaaa... stelah duduk berlama2 dan piringan soto yang manis karena kecap yang tertutup oleh krupuk udang yang lebar di kluarkan oleh para "laden"(sperti itu orang jawa menebutnya.apayaa bahasa indonesianya😊)
. Dansetelah selesai menghabiskan sporsi soto dan melanjutkan sedikit berbincang2 ibuku mengajak untuk berpamitan...
Dan kami semua (nenek q ortu q om tante paman bibi dan anak2, dan aq juga) berdiri dan menghampiri bibi q yang ber hajat itu. Karena sepupu q bersalam tempel dengan bibi q itu, akhirnya salam tempel q pun mendarat pula di tangan bibi q itu... (mungkin beliau sedikit bingung heran atau bagaimanalaah... karena aq tak menyadarinya... aku lanjutkan bersalaman biasa dengan si pengantin perempuan.. dan aku merasakan  cubitan kecil dari jari keriput ibuku dengan suara rendah ia berbisik kepadaku dalam bahasa jawa "bib, endii"  yamg berarti "mana" dan dengan terburu2 karena dan  belakangku sudah panjang antrean orang yang berpitan aq menjawab "sampuun" yang berarti "sudah" (jawa kromo inggil/jawa halus).. setelah keluar dari situ dan menuju tempat motor2 kami bertengger ibu ku bertanya dalam bahasa jawa yang artinya "kau salamkan siapa tadi amplopmu
"kenapa sebelum bersalaman dengan xxx(nama pengantin yang tak ingin ku publish namanya) sudah tidak ada di tangan mu??" Tanya ibu ku seperti menghardik anak kecil yang tertangkap basah mencuri di depan rumah.
Dengan santai aq menjawab kepada bibi...

Dan dengan nada lenih tinggi ibuku berkata "pa tesan aku tidak melihatmu memberikan amplop pada mempelainya... harusnya kau salamkan itu pada mempelainya... bukan pada bibi.Yang muda kepada yang muda dan yang tua le yang tua... Apa nanti fikiran si pengantin ngapain kamu ikut pasti kata itu yang akan di gerutukan karena ulahmuu...

Ya Allaaah... dalam hati aq engumpat tufak jelas...
ya aku kira karena adek(panggilan ku untuk sepupuku yang sebenarnya umurnya jauh diatasku dam dia anak dari adik ayah q) menyalamkan ke bibi ya sudah aku juga menyalamkan disana. Lagipula Aku kan baru pertama mrnyalamkan amplop ke pengantiin...(bukan pertama siih tepatnya yang ke dua hanya saja aku lupa kapan dan kepada siapa aku menyamkan amplop pengantin)

Kemudian sepupuku menjawab bahwa itu adalah amplop atas nama ibunya (yang menjadi tkw di Taiwan) dan dia juga menyalamkan amplopnya sendiri ke si pengantin...

Ya sudahlah pikirku.. ini kesalahanku memang... aku kan manusia biasa.. wajar lah kalau salah... tapi ketika aku mengabaikan itu dan menyimpan plajaran malam itu untuk kemudian hari, justru kaka sepupuku yang lain, nenek, dan bibi q menanhakan hal yang sama seperti yang di tanyakan oleh ibu ku padaku. Dan itu mereka tamyakan tidak bersamaan.. kakak sepupu saat akan berangkat pulang, nenekku saat beranjak ke motor paman dan ketika telah sampai di rah nenek bibi q masih. Enanyakan hal yang sama... dan mereka semua menghardikku... seolah aq telah melakukan tindak kejahatan kriminal... semua memarahiku (tidak memarahi siih.. hanya saja mengingatkan dengan nada tinggi dan bertubi2 dan terus menerus dan lama dan...) aku tidak suka di perlakukakn demikian.. bagiku itu terlalu berlebihan kenapa mereka tidak membiarkan aku dengan sedikit kata untuk mengingatkan dan membiarkanku menjadikan semua itu pelajaran.. bukan terus2an menghardik ku seperti ini yang membuatku ingi lari dan ingin menjadi tuna rungu saaja...

Itulah sedikit ceritaku (sedikit?? Entahlah apakah readers mrnyebut ini sedikit atau sangat sedikit.. hehehee) tenteng kondangan di acara pengantin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar